![]() |
| Ilustrasi : Nyamuk Aedes aegypti |
1. Kurangnya Kekebalan Tubuh yang Matang
Salah satu alasan utama mengapa anak-anak rentan terhadap DBD adalah karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Anak-anak memiliki respons imun yang kurang matang dibandingkan dengan orang dewasa. Ketika terinfeksi virus dengue, kemampuan tubuh anak-anak untuk melawan virus tersebut belum sepenuhnya terbentuk, sehingga mereka lebih rentan terhadap perkembangan penyakit yang parah.
2. Paparan Terhadap Jenis Virus Dengue yang Berbeda
Ada empat serotipe virus dengue yang berbeda, dan infeksi oleh satu serotipe tidak memberikan perlindungan terhadap serotipe lainnya. Anak-anak yang belum terpapar virus dengue sama sekali lebih mungkin untuk terinfeksi dan mengalami gejala yang lebih parah saat terpapar virus tersebut.
3. Faktor Lingkungan
Anak-anak cenderung lebih aktif di luar rumah dan rentan terhadap gigitan nyamuk, terutama di daerah perkotaan di mana populasi nyamuk Aedes aegypti sangat tinggi. Selain itu, anak-anak mungkin tidak memiliki kebiasaan perlindungan terhadap gigitan nyamuk seperti orang dewasa, seperti menggunakan kelambu atau repelan anti-nyamuk.
4. Keterlambatan dalam Penemuan dan Perawatan
Kadang-kadang, tanda dan gejala awal DBD pada anak-anak bisa sulit dikenali, terutama karena mereka mungkin tidak dapat menjelaskan apa yang mereka rasakan. Hal ini bisa menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan, yang pada gilirannya memperburuk kondisi mereka.
5. Respon Tubuh yang Berlebihan
Pada beberapa kasus, anak-anak bisa mengalami respons inflamasi yang berlebihan terhadap virus dengue, yang disebut sebagai reaksi imun yang tidak tepat (misalnya, peningkatan permeabilitas kapiler), menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di dalam tubuh (plasma leakage) dan kondisi yang serius seperti syok dengue.
Penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan DBD pada anak-anak. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:
Lindungi Anak dari Gigitan Nyamuk: Gunakan kelambu saat tidur, kenakan pakaian yang menutupi tubuh, dan gunakan repelan anti-nyamuk yang aman untuk anak-anak.
Perhatikan Tanda dan Gejala: Jika anak menunjukkan demam tinggi, nyeri otot, ruam kulit, atau muntah, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.
Edukasi Masyarakat: Tingkatkan pengetahuan tentang DBD di komunitas, sekolah, dan keluarga untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi anak-anak dari risiko infeksi DBD yang serius dan memastikan kesehatan mereka tetap terjaga.
Sumber :
World Health Organization (WHO)
Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
Journal of Virology and Emerging Infectious Diseases
Meskipun DBD dapat mempengaruhi siapa pun, anak-anak cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami bentuk penyakit yang parah dan bahkan mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan tanda dan gejala DBD pada anak-anak dan mengambil tindakan pencegahan seperti mengurangi paparan nyamuk, memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk, dan mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin saat gejala muncul.
Mengenali dan memahami mengapa anak-anak lebih rentan terhadap DBD dapat membantu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi mereka dari penyakit yang serius ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar